Skip to main content

KAYAK WAJAH PAK M. HOESNI THAMRIN DI UANG DUA RIBU

Pak, mau curhat nih.

 Pernah tidak bapak mau pergi kerja, terus ingat di kantong ada uang 75 ribu. Lalu bapak bilang ke istri,

"Ma, ada duit nih. Gimana?"

Istri jawab, "Bapak bawa saja."

"Yakin Mama gak mau?"

Istri nyengir, "Ya sudah Mama dikasih yang recehannya aja, Pa."

Lantas istri minta uang yang 70 ribu, dan bapak cuma ditinggalin 5 ribu.

Yang minta receh siapa yang ditinggalin receh siapa?

Pernah kayak gitu gak, Pak? Terus ekspresimu kayak wajah Pak M. Hoesni Thamrin di uang 2 ribuan gitu gak? Mohon sharingnya ya.

Emak-emak jangan komen.




Comments

Popular posts from this blog

CURHAT ORANG CUNGKRING

Untuk membaca buku "Curhat Orang Cungkring" di Google Play Book,  silakan klik saja DI SINI Alhamdulillah... Telah terbit! Buku humor kedua Judulnya “Curhat Orang Cungkring (COC)” berisi tulisan ngenes tapi bisa bikin ketawa sampai perut mules. Buku ini tercipta atas respon pembaca buku NOB yang minta aku untuk menulis dan menerbitkan buku humor lagi. Entah mungkin mereka puas dengan isinya atau karena kasihan lihat aku suka nyampurin sampo pakai air di botol terus dikocok buat keramas. * * * Kata orang tua dulu, “Jangan pernah ambil keputusan ketika perut lapar, sebab orang yang lapar suka ngawur.” Nah, bagaimana ceritanya kalau orang yang sering lapar tapi tidak punya apa pun untuk dimakan hingga badannya menjadi cungkring menulis curahan hatinya? Anda bisa menemukan jawabannya di buku “Curhat Orang Cungkring”. Buku ini sangat gurih, asal dijemur dulu terus ditaburin garam. Penuh komedi dan sangat pas untuk mengusir sedih, gelisah, galau ...

NGAYAL

"Ada pesenan buku lagi, Bang?" Sambil nyuapin si kecil makan, istri bertanya padaku. Aku mengangguk sembari tetap membungkus buku pakai kertas kado. "Kirim ke mana?" "Ke Merauke." "Papua?" "Iya, bener." Aku mengangguk lagi. "Wah, berarti buku Abang ini udah dipesan dari Sabang sampai Merauke, ya?" Istri tersenyum. "Hehe... Alhamdulillah. Udah, nih. Tinggal kirim." Aku menimang-nimang paketan berisi delapan judul buku. Lalu, tiba-tiba aku nyeletuk, "Kalau berada di zaman Daulah Umayyah dan Abbasiyah, mungkin kita bisa kaya, Neng." "Kok bisa?" Kening istri berkerut. "Soalnya masa itu adalah masa dimana negara sangat menghargai penulis. Tiap buku akan ditimbang, dicek beratnya, lalu negara akan menukarnya pakai emas seberat buku itu. Makin berat buku, makin banyak emas yang diberikan negara ke penulis. Terus buku tersebut akan jadi milik negara dan diletakkan di perpustakaan Pusat....

DIALOG DALAM CERITA

DIALOG YANG BAIK OK, saya mau buka dg pertanyaan retoris. Pernah ngalami gak, saat kumpul keluarga besar, kita temui salah seorang kerabat (entah itu paman, kakek, siapa pun) yg mendominasi pembicaraan dg berbagai cerita dan opini? Biasanya panjang, membosankan krn gaya dan topiknya sering itu" aja. Dia biasanya gak peduli org bosan, atau bahkan gelisah menunggunya berhenti bicara. Dia tetap ngoceh.  Dan biasanya kita tidak terlalu peduli karena sudah tahu apa yg akan dia omongkan. Tapi tetap menyiksa menunggu dia tutup mulut. Tapi sebaliknya, kadang kita bertemu dg seseorang yg tidak terlalu banyak bicara, tapi sekali bicara kita senang mendengarnya. Karena menyenangkan, kita justru menunggu dia bicara. Pd saat menunggu lama dan dia bicara, kita menjadi lega, merasa ada dahaga yg dipuaskan. Nah, contoh pertama itu adalah analogi dialog yg tidak menambah nilai cerita. Sedangkan yg kedua adalah dialog yg pas, dan mendukung lajunya cerita. Dialog yg baik membantu cerita melunc...