Skip to main content

Posts

NASIB ORANG BAIK

Telah terbit! Buku komedi berjudul “Nasib Orang Baik (Catatan Gak Penting Pemuda Cungkring)”. Siapa penulisnya? Orang kurus yang tidak terkenal, tapi selalu merasa dirinya artis papan penggilesan. Makanya, penulis senang sekali jika ada pembeli yang minta tanda tangan di bukunya. Bila perlu seluruh halaman buku itu ditandatangani ia tak berkeberatan. Buku ini tepat untuk Anda sekalian yang butuh penyegaran otak, tapi tidak punya banyak uang untuk bertamasya ke tempat-tempat hiburan. So, buruan pesan sebelum persatuan pedagang apotek dan pedagang obat warung mengetahui beredarnya buku ini. Jika tau buku ini di pasaran, kemungkinan besar mereka akan menyita buku NOB, lalu membakarnya karena dianggap akan mengurangi jumlah pelanggan obat sakit kepala yang terserang galau tingkat dewa. Sekali lagi, meski buku ini berisi catatan gak penting, namun ternyata diperlukan juga dibaca di saat genting. Buat yang lagi gelisah. La Tahzan. Jangan bersedih, berbahagialah bersama buku in...

CINTA YANG TERSAMBUNG HINGGA KE LANGIT

Untuk membaca buku "Cinta yang Tersambung hingga ke Langit" di Google Play Book,  silakan klik saja DI SINI Alhamdulillah. Setelah malam-malam dihabiskan dengan begadang jangan begadang... Tet teroret... Kalau tiada artinya a a... Tet teroret... Begadang boleh saja a a a... Kalau ada istrinya... *eh. Duh, jadi gak fokus dengerin lagunya Bang Haji Rhoma yang ter... Lam...bat... Oke aku ulangi. Alhamdulillah. Setelah malam-malam dihabiskan dengan begadang, mengedit satu per satu naskah dan menyusunnya sesuai tema, akhirnya jadilah buku ini. Buku karyaku yang ke-8. Dan sengaja untuk buku yang satu ini, aku memfokuskan pada satu tema; Cinta. *ceileeeh. Betapa luar biasa satu kata ini. Apa pun yang disentuh oleh cinta, pasti akan indah. Seperti ketika ada seorang mahasiswa tingkat akhir yang buru-buru masuk kelas karena telat. Di saat ia berlari tiba-tiba ada seorang mahasiswi membawa setumpuk buku tangihan cicilan panci, eh buku kuliah, melintas. Karen...

TENGKORAK

Aku sedang mengambil keyboard piano di ruang serba guna ketika mendengar anak-anak kelas satu berseru-seru,  "Ada tengkorak! Ada tengkorak!" Aku refleks menoleh. Anak-anak itu melihatku sambil tertawa. "Ada tengkorak! Hahaha ada tengkorak!" Mulutku berdecak sambil menggelengkan kepala. Anak-anak sekarang kok pada berani ke guru, ya? "Mbak," aku maju, berniat menegur anak-anak itu. "Mbak gak boleh gitu. Ustadz ngerti kalau badan Ustadz kurus. Tapi kan tetap saja gak boleh ngolokin Ustadz Fitrah kayak tengkorak. Gak sopan." Anak-anak itu nampak takut. Hingga akhirnya ada salah satu anak berucap, "Saya gak ngolokin Ustadz Fitrah. Saya cuma mau bilang kalau di samping Ustadz ada tengkorak," anak itu menunjuk ke arah sudut ruangan, dekat piano electone disimpan. ‌Aku menoleh. Dan benar saja di sana berdiri replika tengkorak buat praktek mata pelajaran IPA. Aku langsung malu bukan main. Sambil garuk-garuk kepala dan p...

POLOS

 ===  Anak-anak memang makhluk polos, apa yang ia rasakan akan ia utarakan seketika. Seperti kemarin, ketika aku bersama istri serta dua bocah datang ke rumah Pak RT untuk laporan penghuni baru di kampung. Sebelum berangkat, aku sempatkan dulu beli roti bakar. Buah tangan untuk Pak RT. "Neng, beli roti bakarnya berapa?" tanyaku pada istri. "Satu aja." "Buat Pak RT aja?" Istri mengangguk. "Anak-anak gak dibelikan?" "Gak usah. Mereka udah maem malem, kok." Ya udah. Akhirnya aku cuma beli satu bungkus roti bakar. Setelah itu datanglah kami berempat ke rumah Pak RT. Aku setor foto dan kopi Kartu Keluarga plus surat nikah. "Mas, ngajar di mana?" Pak RT bertanya setelah membaca keterangan profesi di KK. "Di SMP Islam, Pak. Daerah Ngagel." "Oh. Kalau istrinya guru di mana?" "Di rumah aja, Pak. Jadi gurunya anak-anak. Hehe." "Hehe." Kemud...

Enaknya Pesan via Google Book

Bila Mas/Mbak ingin mendapatkan buku lebih cepat, lebih hemat, bebas ongkir, silakan langsung pesan aja di Google Play. Klik aja DI SINI Kelebihan pesan buku Fitrah Ilhami via Google Play: 1. Lebih hemat. Harga lebih murah dari harga buku fisik. D an karena membayarnya dengan pulsa, Mas/ Mbak hanya cukup mengeluarkan pulsa senilai harga buku saja. Sangat berbeda dengan pembayaran melalui transfer bank. Jika dari bank berbeda, biasanya dikenakan biaya transfer sebesar paling sedikit.Rp. 6500 2. Bebas ongkir. Biasanya belanja online itu terkendala oleh masalah ongkir yang mahal. Pernah ada teman Facebook yang sedang Saudi Arabia mau pesan, tapi terkendala ongkir yang sangat mahal. Lebih mahal ongkir daripada bukunya. Terpaksa dia menunda keinginannya membeli buku, dan harus menunggu nanti, setelah pulang dulu ke tanah air. Dengan membeli di google book, masalah ongkir langsung disapu bersih. Pembeli di negara mana pun, asal tersedia gadget lengkap dengan google play st...

#2019KitaTetapBersaudara

 Aku paling suka mendengar ceramah yang sifatnya praktis. Yang isi ceramah itu bisa langsung dipraktekkan sepulang dari kajian. Bukan sekadar teori indah namun menguap begitu saja seiring berjalannya waktu. Dan salah satu orang yang mampu memberi tausiyah praktis itu adalah Ustadz Yusuf Mansur. Aku ingat saat itu tahun 2009. Masih kuliah semester 3 ketika tertarik membeli kaset pita berjudul "The Power of Giving" di sebuah toko buku islami. Sesampai di rumah, aku dengarkan baik-baik isi ceramahnya. Dengan gaya tutur beraksen betawi yang natural serta mengalir, membuat kajian beliau terasa mudah dicerna. Apalagi diselingi humor-humor segar di tengah kisah, menjadikan aku makin betah menyimak. Ada satu materi yang sampai sekarang terus membekas dan selalu aku praktekkan ketika punya keinginan memiliki sesuatu. Tentang keajaiban sedekah. Siapa yang mau memberi satu, dia akan dapat sepuluh kali lipat. Siapa sedekah 1000, akan dibalas 10.000 Dalilnya jelas. Al-An'am ...

Juara yang Tak Dirindukan

Video itu berada di posisi paling atas timeline, saat aku baru saja membuka akun fb. ‘Start di Line 8, Finish Nomor Satu’.  Begitu capture yang ditulis oleh si pengunggah video. Awalnya aku agak malas mengklik video tersebut karena mood lagi buruk setelah mengetahui Timnas Indonesia U-19 kalah adu pinalti melawan Malaysia, di Semifinal AFF U-19.  “Ah, selalu Malaysia jadi mimpi buruk Timnas Garuda!” Aku menggerutu. “Di Final Piala AFF 2010 kalah sama Malaysia. Sea Games 2011, kalah lagi sama Malaysia.”  Tapi karena rasa penasaran, akhirnya ku-klik juga video tersebut.  Ternyata video itu menayangkan hasil dari Kejuaraan Dunia Lari 100 meter U-20, di Finlandia. Yang menarik, satu dari delapan peserta lomba, berasal dari Indonesia. Pemuda itu mengenakan kostum lari warna putih dan celana merah. Di dadanya tertulis; M. Zohri. M. Zohri berada di line nomor 8. Paling ujung, sebelah kanan. Setahuku, dalam olahraga sprint, line 8 bukanlah line favorit juara. B...