Skip to main content

CINTA YANG TERSAMBUNG HINGGA KE LANGIT


Untuk membaca buku "Cinta yang Tersambung hingga ke Langit" di Google Play Book, 

silakan klik saja DI SINI





Alhamdulillah. Setelah malam-malam dihabiskan dengan begadang jangan begadang... Tet teroret... Kalau tiada artinya a a... Tet teroret... Begadang boleh saja a a a... Kalau ada istrinya... *eh.

Duh, jadi gak fokus dengerin lagunya Bang Haji Rhoma yang ter... Lam...bat...

Oke aku ulangi.

Alhamdulillah. Setelah malam-malam dihabiskan dengan begadang, mengedit satu per satu naskah dan menyusunnya sesuai tema, akhirnya jadilah buku ini. Buku karyaku yang ke-8.

Dan sengaja untuk buku yang satu ini, aku memfokuskan pada satu tema; Cinta.

*ceileeeh.

Betapa luar biasa satu kata ini. Apa pun yang disentuh oleh cinta, pasti akan indah.

Seperti ketika ada seorang mahasiswa tingkat akhir yang buru-buru masuk kelas karena telat. Di saat ia berlari tiba-tiba ada seorang mahasiswi membawa setumpuk buku tangihan cicilan panci, eh buku kuliah, melintas. Karena tak fokus, akhirnya si mahasiswa menabrak mahasiswi.

Gedubrak!

Buku-buku mahasiswi jatuh. Berserakan di lantai. Ia lalu jongkok, berniat memungut buku-buku itu.

Merasa bersalah, si cowok ikut jongkok manja, membantu mahasiswi mengambil buku.

Pada satu titik, mahasiswa dan mahasiswi ini saling pandang. Lalu entah mengapa, ada desir-desir halus pada dada masing-masing. Saat itulah tiba-tiba terdengar lagu dari kejauhan. Lagu romantis yang berjudul, "Gundul-Gundul Pacul."

Dan entah dari mana datangnya, puluhan mahasiswa, lengkap dengan ibu kantin, berkumpul melingkari dua pelajar itu, lantas menari dan bernyanyi lagu India, "Bolle curi, yaaa? Bolle gak nggenah. Apa pun jadiii. Jadi gak nggenah. Leca leca, sonia leca leca. Oh, leca leca, Ho hoho..."

Setelah nyanyi, para jelangkung itu --karena mereka datang tak dijemput, pulang diam-diam--- membubarkan diri. Meninggalkan kembali mahasiswa dan mahasiswi yang dari tadi gak kelar-kelar mungutin buku.

"Nama kamu siapa?" mahasiswa membuka percakapan.

"Sonia," jawab mahasiswi malu-malu. "Kalau namamu?"

"Bolle. Nama lengkapnya Bolle Curiya," mahasiswa tersenyum. "Bapak kamu jualan kerupuk, ya?"

Mahasiswi makin tersipu malu, "Kok tahu?"

"Alhamdulillah... Aku boleh pesan satu kotak? Buat lomba makan kerupuk di kampung. Kebetulan aku panitia tujuh belas Agustus-an."

Si cewek jadi melting, dalam hatinya bilang, "Hebat banget ini cowok. Baru jadi mahasiswa tingkat akhir, tapi udah bisa jadi panitia lomba makan kerupuk." "Ya udah, silakan ke rumah. Ambil kerupuknya."



"Nanti aku ambil kerupuknya bareng orang tuaku, boleh?" "Oh, kenapa pakai bawa orang tua?"

"Sekalian aku mau ngelamar kamu."

"Aih, cowok banget sih, kamu."

Seketika bunga-bunga beserta potnya berjatuhan di kepala mereka. Romantis banget. Dan tak disangka para mahasiswa lain dan ibu kantin tadi kembali kumpul, hendak menari dan menyanyi lagi. Tapi langsung diusir sama dosen, karena ganggu ujian di kelas.

Di akhir kisah, setelah mereka wisuda, mahasiswi dan mahasiswa itu menikah.

Ah, indahnya cinta.

Bahkan Allah menciptakan semua yang ada di alam semesta karena Ia cinta pada semua makhluk-Nya. Udara yang bisa kita hidup adalah tanda cinta-Nya. Air yang bisa kita minum adalah tanda cinta-Nya. Dan tanda cinta Allah yang paling indah bagi kita, adalah ketika Ia menghadirkan seorang manusia yang hatinya penuh dengan cinta. Laki-laki terpuji, yang sampai jasadnya tertimbun tanah 14 abad yang lalu, jalan cintanya masih saja menginspirasi semua orang.

Ya, dialah Nabi Muhammad terkasih.

Untuk itulah, di bab pertama buku ini, aku sengaja kisahkan betapa luar biasa kasih Nabi terhadap Khadijah, cinta pertama beliau. Saking cintanya beliau pada putri Khuwailid, sampai Aisyah memberi pengakuan,

“Meski sudah lima tahun menikah dengan beliau, bahkan menyatakan diri sebagai istri yang paling dicintai dan dihormati, nyatanya aku tak pernah bisa menggantikan posisi Khadijah di hatinya. Ada kalanya aku merasa beliau tidur dengan gelisah di sampingku. Kemudian aku mendengar beliau mengigau, berbisik memanggil nama Khadijah, seiring air matanya menetes dalam tidur ketika rasa sakit memikirkan persoalan umat dalam agama ini mulai menggerogoti alam bawah sadarnya. Tak peduli berapa lama aku menikah dengannya, tak peduli berapa putra yang mungkin kupersembahkan untuknya. Lelaki itu, Muhammad yang terkasih, takkan pernah benar-benar menjadi milikku sepenuhnya.”

Mengapa cinta Nabi begitu dalam terhadap Khadijah?

Jawabannya sederhana, "Karena cinta mereka tersambung hingga ke langit. Cinta mereka melekat lewat doa-doa dan tempaan hidup yang ikhlas dihadapi bersama."

Dan bab selanjutnya, kita akan membaca tentang kisah seorang nenek, yang tetap bertahan menemani suaminya yang sudah tak berdaya. Sampai akhir usia. Membaca kisah ini, semoga cinta kita terhadap pasangan menjadi lebih utuh dan lebih kuat.

Di bab setelah itu, sorry aku capek nulisnya. Baca sendiri aja.

Buku ini aku beri judul, "Cinta yang Tersambung hingga ke Langit". Berisi kertas 260 halaman. Dan aku sangat tidak menganjurkan pembaca mengunyah kertas itu sebelum lulus dari akademi Kuda Lumping Indonesia. Cocok dibaca oleh para jomblofillah, pengantin yang baru menikah enam bulan, dan pengantin yang baru saja menemani anak wisuda S-2.

Comments

Popular posts from this blog

CURHAT ORANG CUNGKRING

Untuk membaca buku "Curhat Orang Cungkring" di Google Play Book,  silakan klik saja DI SINI Alhamdulillah... Telah terbit! Buku humor kedua Judulnya “Curhat Orang Cungkring (COC)” berisi tulisan ngenes tapi bisa bikin ketawa sampai perut mules. Buku ini tercipta atas respon pembaca buku NOB yang minta aku untuk menulis dan menerbitkan buku humor lagi. Entah mungkin mereka puas dengan isinya atau karena kasihan lihat aku suka nyampurin sampo pakai air di botol terus dikocok buat keramas. * * * Kata orang tua dulu, “Jangan pernah ambil keputusan ketika perut lapar, sebab orang yang lapar suka ngawur.” Nah, bagaimana ceritanya kalau orang yang sering lapar tapi tidak punya apa pun untuk dimakan hingga badannya menjadi cungkring menulis curahan hatinya? Anda bisa menemukan jawabannya di buku “Curhat Orang Cungkring”. Buku ini sangat gurih, asal dijemur dulu terus ditaburin garam. Penuh komedi dan sangat pas untuk mengusir sedih, gelisah, galau ...

SINOPSIS 10 BUKU FITRAH ILHAMI

GARA-GARA GELAS Berhemat. Kata inilah yang diucapkan istri padaku secara rutin di awal pernikahan. Udah macam mantra saja. Ketika aku ingin beli makan di warung, istri menggeleng cepat. “Kita harus berhemat, Abang.” Aku mau beli roti, istri menggeleng, “Ingat, ber-he-mat!” Giliran aku bilang mau beli jus alpukat untuknya, perempuan itu menyatuhi sambil senyum-senyum gak jelas, “Baiklah, Bang. Kita gak perlu nyiksa diri dengan berhemat. Yang penting nikmati hidup ini apa adanya.” Bah! * * * Selamat datang di dunia 3G (Gara-Gara Gelas). Buku ini merupakan catatan kocak pengantin muda yang masih berjuang membangun rumah makan, eh, rumah tangga. Mulai dari awal saling kenal di dunia maya, berusaha berhemat setelah hidup bersama, sampai untuk mendapatkan gelas pun harus dengan perjuangan. Membaca setiap kisah di dalam buku ini, dijamin Anda akan tersenyum geli, bahkan terbahak-bahak. Dan mungkin Anda akan memahami bahwa berbagai masalah di da...

Download Gratis Buku "Curhat Orang Cungkring"

Sabtu lalu, aku menghadiri pernikahan seorang teman kuliah. Sesaat setelah berfoto bersama kedua mempelai, temanku --si pengantin pria-- tiba-tiba bilang, “Fit, kamu nyumbangin lagu, gih. Buat aku dan istri. Tuh, udah ada pemain organ tunggalnya.” Mataku berbinar-binar, “Beneran? Boleh?” Temanku mengangguk. Ah, dia tahu saja kalau aku suka menyumbangkan lagu. Maksudnya, membuat lagu yang awalnya merdu menjadi sumbang. Aku memang suka banget karaokean. Di dalam kamar, di kelas waktu kuliah, sampai di kandang ayam, aku nyanyi. Dan, mendapat kesempatan bernyayi di atas panggung hajatan kampung, serta ditonton banyak orang seperti ini adalah pelampiasan terbaik karena tak pernah lolos audisi menyanyi. Jangankan dinilai, baru masuk ruang audisi saja, juri sudah nyuruh aku keluar lagi, mana pakai manggil satpam segala, “Pak satpam, kok pemulung boleh masuk, sih?” Kembali ke topik ... Setelah mendapat ijin dari yang punya hajat, tanpa pikir dua kali aku langsung ke pemain organ...